Siswa SMA Ciptakan Polisi Tidur dengan Sensor.

speedBumpSelama ini keberadaan polisi tidur (speed bump) dibuat untuk mencegah pengendara yang ingin ngebut.

Padahal tidak semua pengendara ugal ugalan, tapi ada juga yang patuh dengan batas kecepatan. Sehingga, baik pengendara yang taat dan yang tidak disiplin sama-sama merasakan ketidaknyamanan saat melintasi polisi tidur. Keberadaan polisi tidur yang pasif tersebut dinilai tidak adil oleh dua siswa SMA YPS Soroako, Sulawesi Selatan, Ryan Christopher dan Vincent Aditya.

Keduanya lantas menciptakan alat bernama “Dynamic Speed Bump”. Alat ini diikutkan dalam Lomba Cipta Elektronik Nasional (LCN) XIV 2009 di Balai Pemuda, Surabaya. “Alat ini akan bertindak adil pada pengendara,” ujar Vincent kemarin. Alat itu berupa polisi tidur yang terbuat dari lempengan besi.

“Polisi tidur itu secara otomatis akan rata dengan aspal saat pengendara melintas dengan kecepatan di bawah batas yang ditentukan. Pengendara yang patuh bisa melintas tanpa melewati gundukan. Tapi, jika pengendara itu ngebut melewati batas kecepatan tetap akan merasakan gundukan polisi tidur”.

Ryan menerangkan, alat tersebut secara otomatis bisa rata atau tidak berdasarkan perintah dari sensor kecepatan. “Sensor ini kita letakkan sekitar satu meter di kedua sisi speed bump,” katanya. Sensor dibuat dari selang yang diisi minyak kelapa.

Dari sensor kejut itu disambungkan ke mekanik speed bump dan akan memberikan perintah berdasar kecepatan yang tertangkap sensor. Alat itu diprogram untuk kecepatan maksimal 5-10 km per jam dan 10-20 km per jam. (Sumber)

Kreasi anak Negeri yang sangat membanggakan. SUKSES buat kalian.. kibarkan terus PRESTASI…!!!!